Al Imam Muhammad al-Naqib bin Ali al-Uraidhi bin Ja'far al-Shodiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Fathimah Azzahro binti Rasulullah istri Sayyidina Ali bin Abu Thalib. Beliau dilahirkan di kota Madinah Al Munawarroh pada tahun 184 Hijriah. Dibesarkan dan dididik oleh ayahnya Al Imam Ali al-Uraidhi hingga ayahnya wafat. Beliau tidak pernah berpergian dan berpisah dari ayahnya kecuali setelah ayahnya wafat.
Imam Muhammad bin Ali al-Uraidhi adalah seorang pemimpin yang sempurna. Para ulama sepakat atas kepemimpinannya, kewibawaannya, ilmunya, amalnya, kewara'annya, karena itulah Imam Muhammad digelari dengan al-Naqib (pemimpin). Beliau orang yang banyak beribadah, dermawan, tidak suka ketenaran hingga ia dijuluki Jamaluddin. Beliau yang pertama kali pindah dari kota Madinah ke kota Iraq dan menetap di Basrah setelah ayahnya wafat. Di sana beliau di sambut baik oleh masyarakatnya. Tidak sedikit sejarawan penyair dan ulama yang menuturkan pujian atas pribadi beliau yang luhur sampai wafatnya.
Beliau dikaruniai banyak keturunan yang kelak menjadi ulama-ulama shoihin yang menyebarkan agama islam ke penjuru dunia, diantara keturunannya itu ialah: al-Muhaddits Yahya bin Husin bin Isa Arrumi bin Muhammad An-Naqib, Abu Turab Ali bin Isa al-Akbar, Abu Fawaris Ja'far bin Hamzah bin Husin bin Musa bin Isa al-Akbar, Ishaq bin Isa al-Akbar, Muhammad bin Muhsin bin Muhammad bin Husin, Isa bin Muhammad bin Husin.
Diantara ulama yang menulis tentang riwayat hidupnya ialah Al Amari dan Ibnu Anbah, beliau wafat di kota Basrah pada tahun 243 Hijriah.
Rabu, 20 Januari 2010
Sabtu, 16 Januari 2010
Biografi Singkat Tokoh Ulama Salaf Ahlul Bait (Bagian 4)
Al Imam Abdul Malik
Silsilah nasab beliau adalah Al Imam Abdul Malik bin Alwi Amul Faqih bin Muhammad Shahib Marbath bin Al Imam Ali Khali’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir bin Isa Arrumi bin Muhammad An Naqib bin Ali Uraidhi bin Ja'far As Shadiq bin Muhammad Al Baqir bin Ali Zainal Abidin Bin Al Husain bin Fathimah binti Rasulillah Muhammad SAW istri Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Beliau dilahirkan di kota Qasam dekat kota Tarim Hadramaut, sejak kecil beliau dididik oleh ayahnya yaitu Imam Almi bin Muhammad Shahib Marbath, menimba ilmu al Qur’an dan al Hadits dari berbagai ulama terkenal di negeri Hadramaut, beliau tidak pernah merasa bosan, baik hati maupun lisannya untuk berdzikir kepada ALLAH SWT, beliau termasuk orang yang gemar berda’wah ke berbagai tempat sampai akhirnya beliau berangkat menuju India bersama-sama Jamma’ah Alawiyyin lainnya sekitar abad ke-6 hijriah, beliau menetap di negeri Barwaj dekat Ahmad Abad, kepergian beliau dan anak-anaknya guna menyiarkan agama islam kepada masyarakat India dan sekitarnya, beliau beserta keluarganya merupakan orang-orang yang membina sendi-sendi mazhab Ahlu Sunnah wal Jamma’ah dan mengembangkannya dengan gigih.
Beliau menikah dengan seorang putri pembesar di India dan mendapatkan keturunan yang banyak yang merupakan tokoh-tokoh Islam yang menyebarkan Mazhab Syafi’I di tanah Hindustan.
Beliau merupakan cikal bakal para wali di berbagai penjuru dunia sebagaimana sepupu beliau yang terkenal dengan julukan Al Faqih muqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawi.
Al imam Abdul Malik adalah kakek moyang para wali di tanah Jawa yang dikenal dengan nama Wali Songo dan para wali penyebar Islam di India, Kamboja, Campa, Philipina, Brunai, Malaysia dan Indonesia.
Beliau berpulang ke Rahmatullah pada tahun 653 Hijriah di kota Ahmad Abad, India.
Semoga ALLAH memberkahinya selalu,, Amiin....
Silsilah nasab beliau adalah Al Imam Abdul Malik bin Alwi Amul Faqih bin Muhammad Shahib Marbath bin Al Imam Ali Khali’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir bin Isa Arrumi bin Muhammad An Naqib bin Ali Uraidhi bin Ja'far As Shadiq bin Muhammad Al Baqir bin Ali Zainal Abidin Bin Al Husain bin Fathimah binti Rasulillah Muhammad SAW istri Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Beliau dilahirkan di kota Qasam dekat kota Tarim Hadramaut, sejak kecil beliau dididik oleh ayahnya yaitu Imam Almi bin Muhammad Shahib Marbath, menimba ilmu al Qur’an dan al Hadits dari berbagai ulama terkenal di negeri Hadramaut, beliau tidak pernah merasa bosan, baik hati maupun lisannya untuk berdzikir kepada ALLAH SWT, beliau termasuk orang yang gemar berda’wah ke berbagai tempat sampai akhirnya beliau berangkat menuju India bersama-sama Jamma’ah Alawiyyin lainnya sekitar abad ke-6 hijriah, beliau menetap di negeri Barwaj dekat Ahmad Abad, kepergian beliau dan anak-anaknya guna menyiarkan agama islam kepada masyarakat India dan sekitarnya, beliau beserta keluarganya merupakan orang-orang yang membina sendi-sendi mazhab Ahlu Sunnah wal Jamma’ah dan mengembangkannya dengan gigih.
Beliau menikah dengan seorang putri pembesar di India dan mendapatkan keturunan yang banyak yang merupakan tokoh-tokoh Islam yang menyebarkan Mazhab Syafi’I di tanah Hindustan.
Beliau merupakan cikal bakal para wali di berbagai penjuru dunia sebagaimana sepupu beliau yang terkenal dengan julukan Al Faqih muqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawi.
Al imam Abdul Malik adalah kakek moyang para wali di tanah Jawa yang dikenal dengan nama Wali Songo dan para wali penyebar Islam di India, Kamboja, Campa, Philipina, Brunai, Malaysia dan Indonesia.
Beliau berpulang ke Rahmatullah pada tahun 653 Hijriah di kota Ahmad Abad, India.
Semoga ALLAH memberkahinya selalu,, Amiin....
Biografi Singkat Tokoh Ulama Salaf Ahlul Bait (Bagian 3)
Al Imam Alwi bin Ubaidillah
Al Imam Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir bin Isa Arrumi bin Muhammad An Naqib bin Ali Uraidhi bin Ja'far Az Shadiq bin Muhammad Al Baqir bin Ali Zainal Abidin Bin Al Husain bin Fathimah binti Rasulillah Muhammad SAW istri Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Dilahirkan di Hadramaut sekitar tahun 330 Hijriah. Ibunya bernama Ummul Banin binti Muhammad bin Isa Arrumi. Beliau adalah orang pertama yang diberi nama Alwi, oleh sebab itu keturunannya digelari Bani Alawi (Ba’Alawi) menyebar ke penjuru dunia melahirkan Imam-imam besar dan para wali.
Beliau pelita islam, sejak kecil telah hafal Al Qur’an, belajar tajwid dari guru-guru yang ahli dan menimba ilmu islam dari berbagai guru di berbagai tempat di Hadramaut, Mekkah, Yaman, Madinah dan selalu mengikuti jejak langkah ayahnya, Al Imam Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir. Gemar sedekah dengan sembunyi-sembunyi sampai pekerja-pekerja beliaupun tidak ada yang tahu, suka merahasiakan amalan sedekahnya, dikisahkan pernah beliau membawa rombongan haji tidak kurang dari 80 orang, dan tidak diperbolehkan seorangpun dari mereka mengeluarkan biaya sendiri, semua biaya ditanggungnya demi mengharap ridho ALLAH SWT.
Beliau sempat mengajarkan hadits di kota Madinah dan Mekkah, tidak sedikit ulama-ulama terkemuka di kedua kota suci itu mendengarkan hadits dari beliau.
Sebagai seorang ulama, beliau tidak segan-segan memberikan pengarahan dan mengajarkan ilmunya kepada mereka dengan sukarela sehingga ilmunya menjadi berkah dan bermanfaat bagi murid-muridnya. Beliau wafat dengan meninggalkan seorang putra yang diberi nama Muhammad. Nama beliau disebutkan dalam kitab sejarah Al Jundi, Al Khazraji dan Al Ahdal.
Semoga ALLAH memberkahinya selalu, Amiiiiiin..
Al Imam Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir bin Isa Arrumi bin Muhammad An Naqib bin Ali Uraidhi bin Ja'far Az Shadiq bin Muhammad Al Baqir bin Ali Zainal Abidin Bin Al Husain bin Fathimah binti Rasulillah Muhammad SAW istri Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Dilahirkan di Hadramaut sekitar tahun 330 Hijriah. Ibunya bernama Ummul Banin binti Muhammad bin Isa Arrumi. Beliau adalah orang pertama yang diberi nama Alwi, oleh sebab itu keturunannya digelari Bani Alawi (Ba’Alawi) menyebar ke penjuru dunia melahirkan Imam-imam besar dan para wali.
Beliau pelita islam, sejak kecil telah hafal Al Qur’an, belajar tajwid dari guru-guru yang ahli dan menimba ilmu islam dari berbagai guru di berbagai tempat di Hadramaut, Mekkah, Yaman, Madinah dan selalu mengikuti jejak langkah ayahnya, Al Imam Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir. Gemar sedekah dengan sembunyi-sembunyi sampai pekerja-pekerja beliaupun tidak ada yang tahu, suka merahasiakan amalan sedekahnya, dikisahkan pernah beliau membawa rombongan haji tidak kurang dari 80 orang, dan tidak diperbolehkan seorangpun dari mereka mengeluarkan biaya sendiri, semua biaya ditanggungnya demi mengharap ridho ALLAH SWT.
Beliau sempat mengajarkan hadits di kota Madinah dan Mekkah, tidak sedikit ulama-ulama terkemuka di kedua kota suci itu mendengarkan hadits dari beliau.
Sebagai seorang ulama, beliau tidak segan-segan memberikan pengarahan dan mengajarkan ilmunya kepada mereka dengan sukarela sehingga ilmunya menjadi berkah dan bermanfaat bagi murid-muridnya. Beliau wafat dengan meninggalkan seorang putra yang diberi nama Muhammad. Nama beliau disebutkan dalam kitab sejarah Al Jundi, Al Khazraji dan Al Ahdal.
Semoga ALLAH memberkahinya selalu, Amiiiiiin..
Biografi Singkat Tokoh Ulama Salaf Ahlul Bait
Al Imam Ali Al Uraidhi
Imam Ali bin Ja'far al-Shodiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Fathimah Azzahro binti Rasulullah SAW istri Sayyidina Ali bin Abi Thalib mempunyai gelar Abu Hasan, Beliau dilahirkan pada tahun 135 Hijriah di Kota suci Madinah, beliau adalah mataharinya ahlul-bait dan bulannya keturunan Rasulullah saw. Imam Ali al-Uraidhi adalah anak bungsu dari anak-anak Imam Ja'far al-Shodiq, ia masih kecil ketika ayahnya wafat. Semasa hidupnya ia menuntut ilmu kepada ayahnya dan saudaranya Imam Musa al-Kadzim dan Hasan bin Zaid bin Ali Zainal Abidin, hingga kepandaian beliau melebihi saudara-saudaranya sendiri. Sedangkan murid beliau adalah anaknya sendiri Muhammad dan Ahmad serta cucu beliau Abdullah bin Hasan bin Ali al-Uraidhi dan cucu saudaranya Ismail bin Muhammad bin Ishaq bin Ja'far al-Shodiq serta ahli qiroat Imam al-Bazi.
Imam Ali al-Uraidhi adalah seorang pemimpin kaum syarif dan syaikhnya Bani Hasyim di kota Uraidh, dikenal sebagai orang mulia yang luas ilmu pengetahuannya, mahir di bidang ilmu riwayat dan dirayat, selain itu beliau dikenal amat teguh memegang ajaran agamanya. Beliau dinamai Al Uraidhi sebagai nisbah kepada satu tempat yang bernama Al Uraidh yaitu nama wilayah yang terletak pada jarak 4 mil dari Kota Madinah Al Munawaroh. Beliau pernah mangeadakan pergerakan di Kota Mekkah berama saudaranya yang bernama Muhammad bin Ja’far As Shadiq pada masa pemerintahan Al Ma’mun, ia mengajak orang untuk membai’atnya, lalu penduduk Hijaz membai’atnya sebagai Khalifah, ia adalah keturunan Fathimah Az Zahra dan Ali bin Abi Thalib pertama yang dibai’at oleh mereka, hal itu terjadi pada tahun 200 Hijriah.
Az Zarabi pernah menyebutkan otto biografi beliay di dalam kitab Tarikhul Islam, otto biografi beliau juga disebutkan di dalam kitab Al Mizan dan Al Ka Syifu’an As Mair Rijali. Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqolani pernah juga mengebutkan oto biografi beliau dalam kitan At Taqrib, semuanya menyebutkan keagungan sifat-sifat beliau. Imam Ahmad Ibnu Hanbalpun pernah menyebutkan di dalam kita Sunnahnya sebuah hadits yang menyebutkan tentang mencintai keluarga nabi Muhammad SAW dengan Isnad yang bersumber dari beliau.
Di antara para ulama yang menyebutkan tentang riwayat hidup beliau ialah Al Qadi Iyadh di dalam kitab As Syifa dalam kitab Tarikhnya serta Ibnu Ambah di dalam kitab Umdatud Tholib, dan ulama lainnya diantaranya ialah Al Amri, Sayid Ali As Samhudi di dalam kitab Jawahirul, Ugdain.
Diantara orang-orang yang pernah meriwayatkan hadits dari beliau ialah Abdullah bin Hasan binAli, Imam Ismail bin Muhammad Ja’far, Imam Ahmad Al Bazzi penulis buku Qirat, Salamah Ibnu Syabib, Nashir Ibnu Ali Al Jahdami dan ulama-ulama hadits lainnya.
Anak-anak Imam Ali dikenal dengan al-Uraidhiyun yang banyak mendiami daerah Uraidh, Kuffah dan Qum. Anak-anak beliau:
*Ja'far, mendapat keturunan dari anaknya Ali.
*Hasan, mendapat keturunan dari anaknya Abdullah yang terdapat di Madinah, Mesir, Iraq dan negeri lainnya.
*Ahmad Asy-Sya'roni, mendapat keturunan dari anaknya Muhammad yang terdapat di Iraq yang dikenal dengan Bani Jiddah, Basiron dan Thobariyah.
*Muhammad An-Naqib
Beliau banyak meninggalkan catatan-catatan mengenai hokum-hukum agama yang didapat dari ayah dan saudaranya diantaranya yang termasyhur adalah kitab Masail Ali bin Ja’far, semoga ALLAH memberkahinya selalu, Amiiiiiin..
Imam Ali bin Ja'far al-Shodiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Fathimah Azzahro binti Rasulullah SAW istri Sayyidina Ali bin Abi Thalib mempunyai gelar Abu Hasan, Beliau dilahirkan pada tahun 135 Hijriah di Kota suci Madinah, beliau adalah mataharinya ahlul-bait dan bulannya keturunan Rasulullah saw. Imam Ali al-Uraidhi adalah anak bungsu dari anak-anak Imam Ja'far al-Shodiq, ia masih kecil ketika ayahnya wafat. Semasa hidupnya ia menuntut ilmu kepada ayahnya dan saudaranya Imam Musa al-Kadzim dan Hasan bin Zaid bin Ali Zainal Abidin, hingga kepandaian beliau melebihi saudara-saudaranya sendiri. Sedangkan murid beliau adalah anaknya sendiri Muhammad dan Ahmad serta cucu beliau Abdullah bin Hasan bin Ali al-Uraidhi dan cucu saudaranya Ismail bin Muhammad bin Ishaq bin Ja'far al-Shodiq serta ahli qiroat Imam al-Bazi.
Imam Ali al-Uraidhi adalah seorang pemimpin kaum syarif dan syaikhnya Bani Hasyim di kota Uraidh, dikenal sebagai orang mulia yang luas ilmu pengetahuannya, mahir di bidang ilmu riwayat dan dirayat, selain itu beliau dikenal amat teguh memegang ajaran agamanya. Beliau dinamai Al Uraidhi sebagai nisbah kepada satu tempat yang bernama Al Uraidh yaitu nama wilayah yang terletak pada jarak 4 mil dari Kota Madinah Al Munawaroh. Beliau pernah mangeadakan pergerakan di Kota Mekkah berama saudaranya yang bernama Muhammad bin Ja’far As Shadiq pada masa pemerintahan Al Ma’mun, ia mengajak orang untuk membai’atnya, lalu penduduk Hijaz membai’atnya sebagai Khalifah, ia adalah keturunan Fathimah Az Zahra dan Ali bin Abi Thalib pertama yang dibai’at oleh mereka, hal itu terjadi pada tahun 200 Hijriah.
Az Zarabi pernah menyebutkan otto biografi beliay di dalam kitab Tarikhul Islam, otto biografi beliau juga disebutkan di dalam kitab Al Mizan dan Al Ka Syifu’an As Mair Rijali. Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqolani pernah juga mengebutkan oto biografi beliau dalam kitan At Taqrib, semuanya menyebutkan keagungan sifat-sifat beliau. Imam Ahmad Ibnu Hanbalpun pernah menyebutkan di dalam kita Sunnahnya sebuah hadits yang menyebutkan tentang mencintai keluarga nabi Muhammad SAW dengan Isnad yang bersumber dari beliau.
Di antara para ulama yang menyebutkan tentang riwayat hidup beliau ialah Al Qadi Iyadh di dalam kitab As Syifa dalam kitab Tarikhnya serta Ibnu Ambah di dalam kitab Umdatud Tholib, dan ulama lainnya diantaranya ialah Al Amri, Sayid Ali As Samhudi di dalam kitab Jawahirul, Ugdain.
Diantara orang-orang yang pernah meriwayatkan hadits dari beliau ialah Abdullah bin Hasan binAli, Imam Ismail bin Muhammad Ja’far, Imam Ahmad Al Bazzi penulis buku Qirat, Salamah Ibnu Syabib, Nashir Ibnu Ali Al Jahdami dan ulama-ulama hadits lainnya.
Anak-anak Imam Ali dikenal dengan al-Uraidhiyun yang banyak mendiami daerah Uraidh, Kuffah dan Qum. Anak-anak beliau:
*Ja'far, mendapat keturunan dari anaknya Ali.
*Hasan, mendapat keturunan dari anaknya Abdullah yang terdapat di Madinah, Mesir, Iraq dan negeri lainnya.
*Ahmad Asy-Sya'roni, mendapat keturunan dari anaknya Muhammad yang terdapat di Iraq yang dikenal dengan Bani Jiddah, Basiron dan Thobariyah.
*Muhammad An-Naqib
Beliau banyak meninggalkan catatan-catatan mengenai hokum-hukum agama yang didapat dari ayah dan saudaranya diantaranya yang termasyhur adalah kitab Masail Ali bin Ja’far, semoga ALLAH memberkahinya selalu, Amiiiiiin..
Langganan:
Komentar (Atom)
