"Tak Ada Yang Mampu Mengubah Ketentuan ALLAH"
"Himmah yang kokoh takkan mampu menembus dinding takdir"
Sebagian orang ada yang memiliki hasrat cukup tinggi. Sampai ada yang berkhayal, bahwa mereka mampu untuk mengubah hukum alam (sunnatullah) dalam waktu cepat. Pemikiran semacam ini muncul dari keinginan untuk melakukan perubahan tanpa diimbangi dengan data yang kuat tentang serangkaian sebab dan akibat yang mungkin terjadi. Seakan-akan mereka melupakan firman ALLAH berikut ini:
"Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu), kecuali apabila dikehendaki ALLAH, Rabb seluruh alam." (at-Takwir:29)
dan
"Dan tidaklah engkau mampu (menempuh jalan itu), kecuali apabila ALLAH menghendaki. Sungguh ALLAH Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (Al-Insaan: 30)
*Sumber
_Kitab Al Hikam by Syaikh Ibn 'Athaillah As-Sarkandi_
